Mercury Strategic

Saham NATO Ditawarkan Rp183 melalui Tender Wajib oleh Mercury Strategic

Saham NATO Ditawarkan Rp183 melalui Tender Wajib oleh Mercury Strategic
Saham NATO Ditawarkan Rp183 melalui Tender Wajib oleh Mercury Strategic

JAKARTA - PT Mercury Strategic Indonesia (MSI) baru saja mengumumkan pelaksanaan penawaran tender wajib (mandatory tender offer/MTO) atas saham PT Surya Permata Andalan Tbk. (NATO), yang akan mencakup 5.851.111.504 saham. 

Jumlah saham yang ditawarkan ini mewakili sekitar 73,13% dari total modal yang ditempatkan dan disetor oleh NATO. 

Harga yang ditetapkan untuk penawaran ini adalah Rp183 per saham, angka yang lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata harga tertinggi saham NATO di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 90 hari terakhir, yakni Rp162,38 per saham.

Langkah ini merupakan kewajiban yang diatur dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait pengambilalihan saham. 

Dengan transaksi ini, Mercury Strategic Indonesia menjadi pengendali baru NATO setelah sebelumnya berhasil membeli 26,87% saham perusahaan tersebut pada transaksi negosiasi pada 12 Desember 2025 lalu. Dengan harga Rp183 per saham, transaksi tersebut tercatat bernilai Rp393,45 miliar.

Penawaran yang Menguntungkan bagi Pemegang Saham Minoritas

Harga Rp183 per saham yang ditawarkan dalam tender ini juga mencerminkan harga yang sama dengan harga pengambilalihan yang telah dibayarkan oleh pengendali baru, Mercury Strategic Indonesia. 

Harga ini lebih tinggi dibandingkan dengan harga rata-rata tertinggi saham NATO selama 90 hari terakhir, yang menunjukkan bahwa penawaran ini memberikan kesempatan bagi pemegang saham minoritas untuk menjual saham mereka dengan harga yang lebih menguntungkan.

Total nilai maksimum dari penawaran tender wajib ini diperkirakan mencapai Rp1.070.753.405.232. Ini merupakan nilai yang signifikan, mengingat volume saham yang ditawarkan dan harga per saham yang relatif lebih tinggi daripada harga pasar. 

Penawaran tender wajib ini tidak hanya memberikan peluang keuntungan bagi pemegang saham minoritas, tetapi juga menjadi bagian dari regulasi yang mengharuskan pengendali baru untuk memberikan kesempatan yang adil bagi para pemegang saham yang lebih kecil.

Periode dan Prosedur Penawaran Tender Wajib

Periode penawaran tender wajib ini akan berlangsung selama 30 hari, mulai dari 19 Februari 2026 hingga 20 Maret 2026. 

Pemegang saham yang ingin berpartisipasi dalam tender wajib ini diharuskan untuk melengkapi dan menyerahkan Formulir Penawaran Tender Wajib (FPTW) sesuai dengan prosedur yang ditentukan oleh Mercury Strategic Indonesia. 

Pembayaran kepada pemegang saham yang menerima penawaran tender wajib akan dilakukan dalam waktu paling lambat 12 hari setelah periode tender ditutup.

Jika hari terakhir pembayaran jatuh pada hari libur, pembayaran akan dilakukan pada hari bursa berikutnya. Proses ini memastikan bahwa setiap pemegang saham yang berpartisipasi dalam penawaran ini akan mendapatkan pembayaran yang sesuai dan tepat waktu setelah menyelesaikan prosedur yang diperlukan.

Pengambilalihan Saham oleh Mercury Strategic Indonesia dan Implikasinya

Sebelum penawaran tender wajib ini dilaksanakan, Mercury Strategic Indonesia telah melakukan transaksi pengambilalihan saham NATO pada 12 Desember 2025 melalui Pasar Negosiasi. 

Dalam transaksi tersebut, 2,15 miliar saham NATO yang dimiliki oleh PT Karunia Berkah Jayasejahtera dijual dengan harga Rp183 per saham. Total nilai transaksi tercatat sebesar Rp393,45 miliar.

Setelah transaksi tersebut, Mercury Strategic Indonesia menjadi pengendali baru NATO. Berdasarkan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.9/2018, pengendali baru wajib melakukan penawaran tender wajib atas saham yang dimiliki oleh pemegang saham minoritas. 

Ini adalah langkah yang diambil untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi pasar modal di Indonesia, sekaligus memberikan kesempatan kepada pemegang saham minoritas untuk memilih apakah mereka ingin tetap mempertahankan saham mereka atau menjualnya dengan harga yang lebih tinggi dari harga pasar.

Reaksi Pasar terhadap Penawaran Tender Wajib

Pada perdagangan intraday pada Rabu, 18 Februari 2026, harga saham NATO mengalami penurunan 4,41% menjadi Rp650 per saham. Penurunan ini mungkin dipengaruhi oleh adanya penawaran tender wajib yang diumumkan oleh Mercury Strategic Indonesia. 

Ketidakpastian pasar terkait dengan perubahan pengendalian perusahaan sering kali mempengaruhi harga saham dalam jangka pendek. 

Meskipun demikian, harga penawaran tender wajib yang lebih tinggi dari harga pasar dapat mempengaruhi keputusan pemegang saham minoritas, yang mungkin melihat ini sebagai kesempatan untuk menjual saham mereka dengan harga yang menguntungkan.

Namun, meskipun terdapat penurunan harga saham pada hari tersebut, reaksi pasar terhadap penawaran tender ini masih akan dipantau dalam beberapa minggu mendatang, terutama setelah periode penawaran tender selesai. 

Pemegang saham minoritas yang ingin menjual saham mereka dengan harga Rp183 per saham akan memiliki kesempatan untuk melakukannya sebelum periode tender berakhir pada 20 Maret 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index