KEMENAG

Seleksi Ketat MAN IC Bengkulu Tengah: Mencetak Generasi Cerdas Berintegritas

Seleksi Ketat MAN IC Bengkulu Tengah: Mencetak Generasi Cerdas Berintegritas
Seleksi Ketat MAN IC Bengkulu Tengah: Mencetak Generasi Cerdas Berintegritas

JAKARTA - Persaingan memperebutkan kursi di salah satu madrasah terbaik di Indonesia kembali memanas di Provinsi Bengkulu. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Dr. H. Saefudin Latif, S.Ag., M.Si, secara resmi membuka pelaksanaan Computer Based Test (CBT) sebagai bagian dari rangkaian Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) MAN Insan Cendekia (IC) Bengkulu Tengah pada Sabtu. Perhelatan ini bukan sekadar ujian akademik biasa, melainkan sebuah ajang penyaringan bagi para talenta muda yang akan digembleng menjadi calon pemimpin bangsa yang unggul di masa depan.

Dalam prosesi pembukaan yang berlangsung khidmat tersebut, Kakanwil didampingi oleh sejumlah pejabat teras, termasuk Plt. Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Dr. H. Hamdani, M.Pd, yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pendidikan Madrasah. Hadir pula Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkulu Tengah H. Mikratul Aswad, S.HI, serta Kepala MAN IC Bengkulu Tengah Julita, M.Pd.I, beserta jajaran panitia dan pengawas ujian.

Statistik Persaingan dan Kuota Penerimaan Siswa Baru

Tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan madrasah unggulan terlihat jelas dari laporan yang disampaikan oleh Kepala MAN IC Bengkulu Tengah, Julita, M.Pd.I. Tercatat sebanyak 729 peserta telah dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak melaju ke tahapan tes CBT yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada 14–15 Februari 2026. Angka ini mencerminkan antusiasme pelajar yang luar biasa untuk bergabung dengan ekosistem pendidikan di MAN IC.

Dari total ratusan peserta tersebut, sebanyak 423 orang secara spesifik memilih MAN IC Bengkulu Tengah sebagai pelabuhan utama studi mereka. Namun, kursi yang tersedia sangatlah terbatas. Madrasah ini hanya akan menampung 96 peserta didik baru untuk tahun ajaran mendatang, dengan pembagian kuota yang adil yakni 48 siswa putra dan 48 siswa putri. Ketatnya rasio penerimaan ini menegaskan bahwa hanya mereka dengan kemampuan terbaiklah yang akan berhasil menembus pertahanan seleksi.

MAN IC Sebagai Ikon Pendidikan Madrasah Nasional

Dalam orasi pembukaannya, Kakanwil menegaskan bahwa MAN IC telah lama menjadi kiblat pendidikan Islam di Bengkulu yang diakui secara nasional. Keunggulannya bukan hanya diukur dari fasilitas, melainkan dari kurikulum dan reputasi yang telah dibangun secara konsisten. “MAN IC adalah madrasah unggulan dan kebanggaan Provinsi Bengkulu yang begitu diminati oleh siswa-siswi secara nasional. Ini membuktikan bahwa MAN IC memiliki reputasi dan kualitas yang sangat baik,” tegas Saefudin Latif.

Ia memandang para peserta yang hadir di ruangan ujian hari ini bukan lagi siswa biasa. Melewati verifikasi berkas yang ketat sudah menjadi bukti awal dari kualitas diri mereka. Saefudin melabeli para peserta sebagai "anak-anak terpilih" yang memikul harapan besar dari keluarga dan daerah masing-masing. Ia pun berpesan agar rasa percaya diri harus dipupuk kuat karena persiapan matang telah dilakukan oleh masing-masing individu sebelum hari ujian tiba.

Menekankan Pentingnya Kejujuran dan Kekuatan Karakter

Meskipun aspek intelektual diuji secara mendalam lewat layar komputer, Kakanwil mengingatkan bahwa inti dari pendidikan di madrasah adalah akhlak. Ia memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar menjalani ujian dengan penuh kejujuran serta menjaga integritas sebagai nilai utama yang harus dimiliki calon peserta didik MAN IC. Baginya, kecerdasan tanpa integritas hanyalah sebuah kehampaan.

“Jaga integritas dan kejujuran. Kerjakan soal dengan kemampuan sendiri. Tawakal kepada Allah SWT. InsyaaAllah hasil yang didapat adalah hasil terbaik,” ujarnya memberi semangat. Lebih jauh, ia menjelaskan filosofi pendidikan di MAN IC yang menyeimbangkan antara ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dengan iman dan takwa (IMTAQ). Lulusan dari lembaga ini diharapkan tidak hanya piawai dalam sains, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang mumpuni untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Menerima Hasil dengan Lapang Dada dan Semangat Juang

Menutup sambutannya, Saefudin memberikan wejangan bijak mengenai hasil akhir dari sebuah kompetisi. Mengingat jumlah pendaftar yang berkali-kali lipat dari kuota yang tersedia, tentu akan ada peserta yang belum beruntung. Ia berpesan agar peserta yang belum berhasil tidak patah semangat dan tetap melanjutkan perjuangan meraih cita-cita. Menurutnya, kegagalan dalam satu tahapan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan pintu menuju kesempatan lain yang mungkin lebih tepat.

Setelah membuka acara, Kakanwil menyempatkan diri untuk meninjau fasilitas madrasah guna memastikan kenyamanan belajar bagi calon siswa nantinya. Peninjauan mencakup asrama putra dan putri serta gedung-gedung pendukung lainnya. Langkah ini menjadi bukti komitmen Kanwil Kemenag Bengkulu dalam menjaga mutu madrasah unggulan. Diharapkan, proses seleksi yang transparan dan akuntabel ini dapat melahirkan generasi emas yang Islami, cerdas, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index