Barcelona

Joan Laporta Yakin Barcelona Juara La Liga Meski Dihantam Krisis

Joan Laporta Yakin Barcelona Juara La Liga Meski Dihantam Krisis
Joan Laporta Yakin Barcelona Juara La Liga Meski Dihantam Krisis

JAKARTA - Di tengah badai hasil negatif yang menerpa raksasa Catalan dalam sepekan terakhir, kepemimpinan di level tertinggi klub justru menunjukkan ketenangan yang provokatif. Barcelona baru saja melewati periode yang sangat kelam setelah dipaksa menyerah oleh Atletico Madrid di ajang Copa del Rey dan kembali menelan kekalahan pahit 1-2 dari Girona FC di panggung La Liga. Hasil-hasil ini menyebabkan posisi mereka di puncak klasemen harus rela dikudeta oleh sang rival abadi, Real Madrid. Namun, di balik awan mendung tersebut, Presiden Barcelona, Joan Laporta, tetap berdiri tegak dengan optimisme yang tak tergoyahkan.

Laporta tidak melihat kemerosotan posisi ini sebagai akhir dari segalanya. Sebaliknya, ia menjadikannya sebagai momentum untuk membakar semangat para pemain dan pendukung. Baginya, tantangan yang dihadapi tim saat ini bukan sekadar persoalan teknis di lapangan hijau, melainkan sebuah ujian mental untuk menghadapi berbagai tekanan dari berbagai penjuru.

Optimisme di Tengah Kepungan Tekanan Eksternal

Salah satu sudut pandang menarik yang dibawa oleh Laporta adalah keyakinannya bahwa Barcelona sedang berjuang melawan narasi besar yang menginginkan mereka gagal. Ia tidak hanya menyoroti performa lawan, tetapi juga menyentil faktor-faktor di luar lapangan yang dianggapnya sebagai penghambat laju klub.

“Saya tahu atmosfer di sana, pekerjaan Flick, karakter para pemain, dan saya yakin kami akan memenangkan La Liga. Ini akan menjadi liga melawan segalanya dan semua orang karena mereka tidak hanya ingin mengalahkan kami di lapangan. Mereka juga ingin mengalahkan kami di luar lapangan, tentu saja,” lanjutnya. Ungkapan ini menunjukkan bahwa Laporta ingin menciptakan mentalitas "kita melawan dunia" di dalam skuad guna memperkuat persatuan tim dalam menghadapi sisa musim yang semakin panas.

Kekuatan Ruang Ganti dan Kepemimpinan Hansi Flick

Kepercayaan diri yang dipamerkan Laporta bukanlah tanpa dasar yang jelas. Ia mengandalkan sinergi antara manajemen teknis yang dipimpin oleh Hansi Flick dan Direktur Olahraga, Deco. Laporta meyakini bahwa kombinasi antara talenta akademi La Masia dan pemain internasional pilihan akan menjadi senjata utama untuk merebut kembali takhta yang hilang.

“Kami membela Barcelona untuk menikmati kesuksesan olahraga. Kami memiliki harta karun berupa orang-orang di ruang ganti Barcelona, dengan pemain-pemain binaan sendiri dan pemain dari negara lain yang berfungsi dengan baik berkat Flick dan Deco,” ujar Laporta. Di mata sang presiden, kualitas personal para pemain adalah modal paling berharga yang bisa membawa tim keluar dari masa sulit, terutama dengan bimbingan Flick yang dikenal disiplin dalam menjalankan strateginya.

Menyikapi Kontroversi Wasit dan Penurunan Performa

Selain persoalan taktik, isu non-teknis seperti keputusan wasit juga menjadi sorotan tajam sang presiden. Beberapa laga terakhir memang menyisakan polemik terkait kebijakan pengadil lapangan yang dinilai merugikan Blaugrana. Laporta tidak ragu untuk menyinggung adanya lingkaran kekuatan tertentu yang menurutnya tidak nyaman dengan kesuksesan Barcelona.

“Ada banyak orang yang tidak ingin kami memenangkannya; ada lingkaran kekuasaan tertentu yang tidak akur dengan kami. Akhir-akhir ini kami menjalani jadwal berat bermain setiap Minggu dan Rabu, dan wajar jika ada sedikit penurunan performa," ujar Laporta. Ia juga secara spesifik merujuk pada insiden fisik yang menimpa salah satu pemainnya. "And ketika kami mengalami penurunan itu, ada pihak lain yang memanfaatkannya. Misalnya, injakan terhadap Kounde... Kami akan membalikkan keadaan dan menemukan kembali gaya bermain kami. Saya sudah berbicara dengan mereka, dan mereka sangat fokus,” lanjutnya.

Misi Bangkit Melawan Levante dan Kembalinya Pedri

Fokus Barcelona kini sepenuhnya terarah pada pertandingan mendatang melawan Levante. Laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan panggung pembuktian bagi janji Laporta untuk membalikkan keadaan. Jeda beberapa hari sebelum laga tersebut diharapkan bisa menjadi ruang untuk melakukan konsolidasi total antar lini demi mengembalikan identitas permainan tim yang sempat hilang.

Kabar baik juga mengiringi persiapan tim, di mana laga melawan Levante berpotensi menjadi momen kembalinya Pedri dari ruang perawatan. Kehadiran gelandang kreatif tersebut tentu akan memberikan dimensi baru bagi serangan Hansi Flick. Dengan suntikan moral dari Joan Laporta dan kembalinya pemain-pemain kunci, Barcelona bertekad membuktikan bahwa posisi kedua di klasemen hanyalah persinggahan sementara sebelum mereka benar-benar mengamankan trofi La Liga di akhir musim.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index