JAKARTA - Wajah pasar tradisional yang identik dengan tumpukan sampah kini mulai bertransformasi melalui sentuhan kolaborasi lintas instansi yang solid. Keberhasilan menjaga keberlanjutan lingkungan di area publik tidak lagi bisa hanya mengandalkan satu pihak, melainkan memerlukan integrasi kekuatan dari aparat keamanan dan otoritas sipil. Melalui inisiatif bertajuk Karya Bakti, Kota Bandar Lampung menjadi saksi bagaimana sinergi antara TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah (Pemda) mampu menggerakkan kesadaran kolektif. Gerakan ini bukan sekadar aksi bersih-bersih sesaat, melainkan sebuah pernyataan sikap bahwa menciptakan lingkungan pasar yang higienis dan bebas sampah adalah tanggung jawab strategis yang harus dipikul bersama demi masa depan kota yang lebih sehat.
Inisiatif Strategis di Tiga Pusat Ekonomi Kerakyatan
Sinergi lintas sektoral TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah (Pemda) berhasil menggelar kegiatan Karya Bakti dan sosialisasi Gerakan Lingkungan Hidup Bebas Sampah (Zero Waste) di tiga pasar utama Kota Bandar Lampung. Kegiatan yang diinisiasi oleh Kodim 0410/Kota Bandar Lampung ini dilaksanakan pada Rabu, 11 Februari 2026, sebagai upaya masif mendorong kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah berkelanjutan. Pemilihan lokasi pasar dilakukan mengingat peran vitalnya sebagai jantung ekonomi sekaligus produsen sampah organik dan anorganik yang tinggi di wilayah perkotaan.
Gerakan Zero Waste ini difokuskan di tiga lokasi strategis, yakni Pasar Gintung, Pasar Smep, dan Pasar Bambu Kuning. Ketiga pasar ini merupakan urat nadi perdagangan masyarakat Bandar Lampung. Acara Karya Bakti yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut berjalan tertib dan lancar, melibatkan partisipasi aktif dari personel gabungan serta instansi terkait dalam upaya pembersihan dan edukasi di area pasar. Dengan kehadiran personel berseragam di tengah pedagang dan pembeli, pesan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan tersampaikan secara lebih persuasif dan disiplin.
Kehadiran Pimpinan Daerah Sebagai Bentuk Komitmen Ekologis
Keseriusan dalam menangani isu lingkungan di Bandar Lampung tercermin dari kehadiran para pejabat teras dari berbagai instansi dalam agenda ini. Kehadiran sejumlah pejabat tinggi dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen serius dari pimpinan daerah terhadap isu lingkungan. Representasi dari level provinsi hingga kota menandakan bahwa masalah sampah telah menjadi agenda prioritas dalam struktur pemerintahan di Lampung.
Acara dihadiri langsung oleh Irdam XXI/RI Brigjen TNI Enjang, S.I.P., M.Han, perwakilan Gubernur Lampung yakni Kadis Lingkungan Hidup Provinsi Reski Sofyan, serta perwakilan Kapolda yang diwakili oleh Kabag Ops Brimobda Lampung Kompol Dr. Moch Sonep, S.H., M.H. Turut hadir juga Pgs. Dandenpomal Lanal Lampung Kapten Laut PM Simanjuntak dan Kadis Pasar Kota Bandar Lampung, Wilson Faisol, S.E., yang mewakili Walikota Bandar Lampung. Kehadiran jajaran pimpinan ini memberikan bobot kebijakan yang kuat terhadap setiap edukasi yang diberikan kepada para pelaku pasar.
Brimob Lampung: Sinergitas dan Kepedulian Lingkungan Hidup
Sebagai bagian dari kekuatan Polri, satuan Brimob turut ambil bagian secara aktif dalam mendukung suksesnya gerakan bebas sampah ini. Keterlibatan ini menegaskan bahwa tugas kepolisian tidak hanya terbatas pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat dalam aspek kriminal, tetapi juga mencakup keamanan lingkungan. Kompol Dr. Moch Sonep, S.H., M.H., Kabag Ops Brimobda Lampung, menyatakan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan dan sinergitas yang solid antarlembaga.
Edukasi langsung kepada para pedagang menjadi poin utama dalam keterlibatan aparat kepolisian. "Pengelolaan sampah menjadi tanggung jawab kita bersama. Brimob Lampung berkomitmen penuh mendukung setiap program pemerintah dan TNI yang bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari sampah. Kehadiran kami hari ini memastikan bahwa edukasi Zero Waste dapat tersampaikan dengan efektif kepada masyarakat luas, khususnya para pedagang," ujarnya. Dengan pendekatan humanis, personel gabungan berupaya mengubah paradigma lama pedagang mengenai pembuangan sampah menjadi pola pengelolaan yang lebih terarah.
Keberlanjutan Gerakan: Melampaui Aksi Seremonial
Harapan besar disematkan pada kegiatan ini agar tidak hanya menjadi agenda tahunan tanpa dampak jangka panjang. Kegiatan sosialisasi Zero Waste di tiga pasar Kota Bandar Lampung ini diharapkan tidak berhenti pada hari pelaksanaan. Keberhasilan sejati dari gerakan ini diukur dari seberapa konsisten para pedagang dan pengunjung pasar dalam menjaga kebersihan setelah para petugas kembali ke satuan masing-masing.
Seluruh pihak berharap gerakan ini menjadi pemicu bagi seluruh elemen masyarakat untuk mengimplementasikan pola hidup bebas sampah secara konsisten demi keberlanjutan lingkungan hidup di wilayah Kota Bandar Lampung dan sekitarnya. Dengan sinergi yang telah terbangun kuat antara Kodim 0410, Brimobda Lampung, dan Pemerintah Kota, fondasi untuk menciptakan "Pasar Bebas Sampah" di Bandar Lampung kini telah diletakkan. Kedisiplinan kolektif menjadi kunci agar pasar-pasar tradisional ini dapat bersaing dengan ritel modern dalam hal kebersihan dan kenyamanan bagi para pelanggan.