OJK Kediri Dorong Literasi Keuangan Syariah Sejak Usia Dini

Rabu, 25 Februari 2026 | 15:19:49 WIB
OJK Kediri Dorong Literasi Keuangan Syariah Sejak Usia Dini

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri, Jawa Timur, mengambil langkah strategis untuk membekali generasi muda dengan pemahaman mengenai literasi keuangan syariah sejak usia sekolah. 

Edukasi ini dimaksudkan agar pelajar tidak hanya mengenal produk keuangan, tetapi juga mampu memanfaatkannya dengan bijak dan bertanggung jawab di masa depan. Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri, menegaskan pentingnya literasi keuangan bagi pelajar.

“Capaian literasi ini menjadi modal penting untuk terus mendorong peningkatan inklusi keuangan syariah,” ujarnya. 

Menurut Ismirani, pengetahuan keuangan sejak dini akan menumbuhkan kesadaran finansial yang kuat sehingga generasi muda dapat mengambil keputusan keuangan lebih tepat. Pendekatan ini sekaligus menjadi fondasi bagi tercapainya inklusi keuangan syariah yang lebih luas di masyarakat.

Program literasi ini juga dirancang untuk mengajarkan pelajar mengenal konsep syariah, prinsip halal, dan pengelolaan keuangan tanpa riba.

 Dengan memahami dasar-dasar tersebut, anak-anak diharapkan dapat mengembangkan kebiasaan menabung, merencanakan pengeluaran, serta menghindari praktik keuangan ilegal atau spekulatif yang berisiko. 

Selain itu, edukasi ini menjadi cara efektif menanamkan nilai-nilai keuangan syariah dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pengelolaan uang saku hingga pemahaman produk perbankan syariah.

School of Syariah (SOS) di Kabupaten Ngawi

Salah satu program utama OJK Kediri adalah School of Syariah (SOS), yang menyasar pelajar SMP sebagai target utama edukasi. Di Kabupaten Ngawi, kegiatan SOS diikuti oleh 200 pelajar yang memperoleh pemahaman dasar tentang pengelolaan keuangan syariah. 

Program ini merupakan kolaborasi antara OJK Kediri, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Ngawi, dan PT BPRS Kabupaten Ngawi (Perseroda).

“Melalui School of Syariah, kami ingin memperkuat pemahaman tersebut sejak usia sekolah, agar generasi muda tidak hanya mengenal, tetapi juga percaya diri memanfaatkan produk keuangan syariah secara bijak dan bertanggung jawab. Inilah langkah nyata membuka jalan kebaikan bersama keuangan syariah,” kata Ismirani.

SOS memberikan materi yang dirancang agar mudah dipahami oleh pelajar, mulai dari cara menabung yang benar, manajemen uang saku, hingga pengenalan produk perbankan syariah. 

Dengan demikian, program ini tidak hanya menekankan aspek teori, tetapi juga praktik nyata yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Para pelajar diajak untuk aktif berdiskusi, bertanya, dan berbagi pengalaman terkait keuangan agar pengetahuan yang diperoleh lebih melekat dan relevan.

Data Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

Menurut Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK 2025, tingkat literasi keuangan syariah masyarakat Indonesia telah mencapai 43,42 persen, sementara tingkat inklusi tercatat 13,41 persen. 

Angka ini menunjukkan bahwa meskipun pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah semakin meningkat, ruang pertumbuhan masih sangat besar.

Edukasi sejak usia dini, seperti yang dilakukan melalui SOS, diharapkan dapat mempercepat pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan syariah yang legal dan diawasi oleh OJK. 

Langkah ini juga mendukung program inklusi keuangan nasional dengan menciptakan generasi yang siap memanfaatkan layanan keuangan secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.

Berdasarkan data tersebut, OJK menilai perlunya pendekatan yang lebih masif dan menyeluruh, termasuk menjangkau pelajar dan masyarakat di daerah terpencil. Dengan cara ini, literasi keuangan tidak hanya berhenti pada tingkat pengetahuan, tetapi juga mampu mendorong perilaku finansial yang sehat dan produktif.

Dukungan Pemerintah Daerah dan Dampak Sosial

Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan SOS di Kabupaten Ngawi. Menurutnya, edukasi keuangan sejak usia sekolah merupakan investasi strategis untuk membentuk generasi muda yang cerdas, mandiri, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan.

“Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang cerdas finansial dan menjadi agen literasi keuangan syariah di lingkungannya,” kata Bupati Ony.

Pemerintah daerah melihat program ini sebagai langkah nyata yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga memperkuat budaya menabung dan pengelolaan keuangan yang sehat di masyarakat.

Selain dampak jangka pendek, edukasi literasi keuangan syariah berpotensi menurunkan risiko praktik keuangan ilegal, seperti pinjaman online tanpa izin dan perjudian daring. 

Dengan pemahaman yang kuat, generasi muda dapat menjadi contoh bagi lingkungan sekitar, sehingga mendorong terciptanya komunitas yang melek finansial dan sadar hukum.

Kampanye Nasional GERAK Syariah 2026

Edukasi keuangan syariah ini juga bagian dari rangkaian kampanye nasional Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026, yang mengusung tema “Membuka Jalan Kebaikan Bersama Keuangan Syariah”. 

Melalui kampanye ini, OJK menekankan pentingnya pemanfaatan produk keuangan syariah yang aman, halal, dan diawasi secara resmi.

Kegiatan ini meliputi berbagai program edukasi, pelatihan, dan sosialisasi yang menjangkau pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. 

Tujuannya adalah meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah secara merata di seluruh Indonesia, sekaligus menumbuhkan budaya finansial yang bertanggung jawab. 

Dengan cara ini, masyarakat tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan kepercayaan diri untuk memanfaatkan layanan keuangan secara optimal.

Terkini